PENYAKIT RABIES !! Seberapa bahaya??

Baru-baru ini kita di gegerkan dengan berita bocah yang meninggal akibat tertular Rabies dari gigitan hewan anjing, duh kasihan banget ya sobat, yuk kita cari tahu dulu apa sih penyakit rabies.

Rabies adalah penyakit virus yang sangat serius dan fatal yang menyerang sistem saraf pusat. Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies yang ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, terutama anjing. Virus rabies menyebar melalui air liur hewan yang terinfeksi masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka pada kulit atau selaput lendir.

PENYAKIT RABIES !! Seberapa bahaya??



Setelah terinfeksi, virus rabies menyebar ke sistem saraf pusat, termasuk otak, dan menyebabkan peradangan yang parah.

Gejala Rabies :

  • Perubahan perilaku
  • kebingungan
  • demam
  • kesulitan menelan
  • kejang
  • kelemahan otot
  • Gangguan neurologis
  • Agitasi
  • Delirium
  • Kejang hebat
  • Kesadaran yang menurun dapat terjadi, yang seringkali berakhir dengan koma dan kematian.

Rabies adalah penyakit yang mematikan, dan prognosisnya sangat buruk setelah gejala muncul. Namun, ada langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil setelah paparan yang diduga terhadap hewan yang terinfeksi rabies.

Prosedur Pencegahan :

  • Membersihkan luka dengan sabun dan air
  • vaksinasi pasif dengan serum imunoglobulin rabies
  • Pemberian vaksinasi rabies yang aktif untuk mencegah perkembangan penyakit.

Penting untuk segera mencari perawatan medis setelah paparan yang diduga terhadap hewan yang terinfeksi rabies untuk menerima perawatan pencegahan yang sesuai. Pencegahan primer terhadap rabies melibatkan vaksinasi hewan peliharaan dan menghindari kontak dengan hewan liar atau yang tidak dikenal.

Pemeriksaan Laboratorium :

1. Pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction): PCR dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengamplifikasi materi genetik virus rabies dalam sampel cairan tubuh seperti air liur, cairan serebrospinal (cairan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang), atau jaringan otak. Tes ini digunakan untuk konfirmasi langsung infeksi virus rabies.

2. Imunofluoresensi Langsung (Direct Immunofluorescence Assay/DFA): DFA dapat digunakan untuk mendeteksi antigen virus rabies dalam jaringan otak yang diambil melalui biopsi atau otopsi. Metode ini mengidentifikasi adanya protein virus rabies dalam jaringan otak.

Apakah Bisa Disembuhkan?

Saat ini, tidak ada kesembuhan yang diketahui untuk kasus rabies pada manusia setelah munculnya gejala. Rabies adalah penyakit yang serius dan hampir selalu berakibat fatal setelah gejala muncul. Karena itu, pencegahan dan tindakan segera setelah paparan sangat penting.

Obat Tradisional :

1. Jahe: Jahe telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan gejala batuk, pilek, dan flu. Jahe memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu meredakan peradangan di saluran pernapasan.

2. Madu: Madu sering digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai obat batuk alami. Madu dapat membantu melonggarkan dahak dan meredakan iritasi tenggorokan. Namun, penting untuk diingat bahwa bayi di bawah usia satu tahun tidak boleh diberikan madu karena risiko botulisme.

3. Bawang putih: Bawang putih memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi. Beberapa orang mengonsumsi bawang putih mentah atau dalam bentuk suplemen untuk meredakan gejala batuk dan pilek.

4. Teh herbal: Beberapa jenis teh herbal, seperti teh chamomile, teh peppermint, atau teh thyme, sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan gejala pernapasan. Teh herbal ini dapat memiliki efek menenangkan dan dapat membantu mengurangi batuk atau meredakan iritasi tenggorokan.

Jika Anda merasa telah terkena paparan yang mungkin terinfeksi rabies, segera hubungi profesional medis atau pusat perawatan kesehatan setempat untuk mendapatkan nasihat dan perawatan yang sesuai.

Jangan main-main dengan penyakit satu ini ya sobat, akibatnya fatal jika kita mengabaikannya, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk sedikit menambah pengetahuan kita ya sobat..

Posting Komentar untuk "PENYAKIT RABIES !! Seberapa bahaya??"