Pemantapan Mutu Internal - Laboratorium Klinik

Pemantapan mutu internal merupakan suatu rangkaian pemeriksaan analitik yang ditujukan untuk menilai kualitas data analitik yang juga bagian dari penjaminan mutu (Quality Assurance/QA). Pemantapan mutu atau kontrol kualitas dilakukan dengan memeriksa bahan kontrol yang telah diketahui rentang kadarnya dan membandingkan hasil pemeriksaan alat dengan rentang kadar bahan kontrol tersebut. Idealnya kita mengetahui nilai benar (true value) dari kadar bahan kontrol yang digunakan. Namun, sangat sulit bagi kita untuk mengetahui nilai benar tersebut, sehingga kita cukup menggunakan nilai yang dapat diterima (acceptable true value) sebagai patolan baik buruknya pemeriksaan pada alat laboratorium klinik.

Pemantapan Mutu Internal - Laboratorium Klinik


Istilah statistik dalam pementapan mutu internal :

1. Rerata / Mean

- Rerata merupakan hasil pembagian jumlah nilai hasil pemeriksaan dengan jumlah pemeriksaan yang dilakukan.
- Rerata menggambarkan tendensi terpusat dari data hasil pemeriksaan kita.
- Rerata digunakan sebagai nilai target dari kontrol kualitas yang kita gunakan.
- National Commite for Clinical Laboratory Standards (NCCLS) merekomendasikan setiap laboratorium untuk menetapkan sendiri nilai target suatu bahan kontrol dengan melakukan setidaknya 20 x pengulangan.
- Sebaiknya 20 nilai tersebut diperoleh dari 20 run yang berbeda, namun NCCLS membolehkan dipergunakannya 20 nilai yang berasal kurang dari 20 run asalkan nilai tersebut segera diganti begitu diperoleh hasil dari 20 run

2. Rentang

- Rentang merupakan penyebaran antara nilai hasil pemeriksaan terendah hingga tertinggi
- Rentang memberikan batas bawah dan batas atas untuk suatu rangkaian data.
- Rentang dapat menjadi ukuran paling sederhana untuk menilai sebaran data.
- Rentang tidak dapat menggambarkan bentuk distribusi atau tendensi terpusat data yang kita miliki.

3. Simpangan Baku / Standard Deviasi (SD)

- Simpangan baku mengkuantifikasikan derajat penyebaran data hasil pemeriksaan di sekitr rerata.
- Simpangan baku dapat digunakan menggambarkan bentuk distribusi data yang kita miliki.
- Dengan menggunakan nilai tetata sebagai nilai target dan simpangan baki sebagai ukuran sebaran data, kita dapat menentukan rentang nilai yang dapat diterima dalam praktek kontrol kualitas.
- batas rentang nilai yang dapat di terima tersebut dinyatakan dengan seberapa jauh jaraknya dari nilai rerata.
- Kita dapat menentukan bahwa batas terbawah adalah nilai rerata dikurangi dua kali simpangan baku dan batas teratas adalah nilai rerata ditambah dua kali simpangan baku. Dengan aturan yang telah kita tetapkan tersebut, kita akan mempunyai rentang nilai yang dapat diterima sebesar empat kali simpangan baku.

4. Distribusi Gaussian / Gaussian distribution

Distribusi "normal" atau Distribusi Gaussian mempunyai bentuk sebaran dan karakteristiknya dapat dilihat seperti gunung.
Bentuk distribusi gaussian ini menggambarkan bahwa :
- Ketika kita melakukan pengulangan pemeriksaan, kita tidak akan memeperoleh hasil yang sama persis, namun berbeda-beda yang sifatnya acak.
- Data hasil pengulangan tersebut apabila kita kelompokan akan membentul suatu kurva simetris dengan satu puncak yang nilai tengahnya merupakan rerata dari data tersebut.

5. Koefisien Variasi / CV

- Koefisien variasi merupakan suatu ukuran variabilitas yang bersifat relatif dan dinyatakan dalam satuan prosen (%)
- Dikenal juga sebagai related standard deviation
- Cara menghitung koefisien variasi adalah dari nilai rerata dan simpangan baku
- Menggambarkan perbedaan hasil yang diproses setiap kali kita melakukan pengulangan pemeriksaan oada sampel yang sama.
- Dapat digunakan untuk membandingkan kinerja, metode, alat, maupun pemeriksaan yang berbeda.
- Contoh : Niali rerata kadar HB 13,6 g/dl dan simpangan baku (SD) : 1,50.
Dengan demikian koefisien variasinya adalah :
CV = (1,5/13,6)x100
      = 11,03%

Demikian pembahasan kita mengenai pembahasan mutu internal, setelah ini masih ada lagi untuk pemantapan mutu eksternal, akan saya tulis di halaman selanjutnya ya..

Posting Komentar untuk "Pemantapan Mutu Internal - Laboratorium Klinik"