DIABETES?? Apa itu diabetes? Apa penyebabnya?Apa yang harus kita lakukan

Halo sobat baca CP Artikel diabetes tentunya menjadi salah satu penyakit yang banyak di idap oleh manusia nih sobat, dari kalangan muda hingga tua, kira-kira kenapa sih sobat manusia bisa terkena diabetes ini, yuk kita cari tahu sobat..

Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang mempengaruhi cara tubuh mengatur kadar gula darah. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin dengan efektif. Insulin adalah hormon yang diperlukan untuk mengontrol metabolisme glukosa dalam tubuh. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lebih detail tentang penyebab, jenis-jenis diabetes, gejala, komplikasi, pengelolaan, dan pencegahan diabetes melitus.

DIABETES?? Apa itu diabetes? Apa penyebabnya? Apa yang harus kita lakukan?



1. Penyebab Diabetes Melitus :

    a. Diabetes Tipe 1:

  • Penyebab utama diabetes tipe 1 adalah kerusakan sel-sel penghasil insulin di pankreas akibat gangguan autoimun. Sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel beta pankreas yang memproduksi insulin.
  • Faktor genetik dapat memainkan peran penting dalam perkembangan diabetes tipe 1.

    b. Diabetes Tipe 2:

  • Diabetes tipe 2 biasanya terjadi karena kombinasi faktor gaya hidup yang tidak sehat dan faktor genetik.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, dan resistensi insulin adalah faktor risiko yang berkontribusi pada diabetes tipe 2.

2. Jenis Diabetes Melitus :

    a. Diabetes Tipe 1:

  • Diabetes tipe 1 biasanya berkembang pada masa anak-anak, remaja, atau dewasa muda.
  • Penderita diabetes tipe 1 membutuhkan suntikan insulin atau terapi insulin sepanjang hidup.

    b. Diabetes Tipe 2:

  • Diabetes tipe 2 biasanya terjadi pada usia dewasa, meskipun semakin banyak anak-anak dan remaja yang terkena diabetes tipe 2 karena meningkatnya obesitas anak.
  • Penderita diabetes tipe 2 mungkin dapat mengontrol kadar gula darah dengan mengadopsi gaya hidup sehat, mengikuti rencana makan yang tepat, berolahraga teratur, dan dalam beberapa kasus, dengan obat-obatan atau terapi insulin.

    c. Diabetes Gestasional:

  • Diabetes gestasional terjadi pada wanita hamil yang sebelumnya tidak memiliki diabetes.
  • Kondisi ini membutuhkan pemantauan ketat dan pengendalian gula darah selama kehamilan.

3. Gejala Diabetes Melitus :

  • Haus yang berlebihan dan sering buang air kecil.
  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.
  • Kelelahan yang berlebihan dan kurang energi.
  • Penurunan penglihatan atau penglihatan kabur.
  • Luka yang sulit sembuh.
  • Kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki.

4. Komplikasi Diabetes Melitus:

  • Komplikasi jangka pendek: Hipoglikemia (kadar gula darah rendah) dan hiperglikemia (kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol).
  • Komplikasi jangka panjang: Gangguan pada mata (retinopati diabetik), ginjal (nefropati diabetik), saraf (neuropati diabetik), dan penyakit jantung (penyakit jantung koroner).

5. Pengelolaan Diabetes Melitus:

  • Perencanaan makan yang sehat: Mengikuti pola makan seimbang dengan porsi makan yang tepat, menghindari makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana.
  • Olahraga teratur: Melakukan aktivitas fisik secara teratur untuk membantu mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Pengukuran glukosa darah: Memantau kadar gula darah secara teratur dengan alat pengukur glukosa darah.
  • Obat antidiabetes atau terapi insulin: Dalam beberapa kasus, penderita diabetes perlu mengambil obat antidiabetes oral atau melakukan terapi insulin untuk mengatur kadar gula darah.

6. Pencegahan Diabetes Melitus:

  • Mengadopsi gaya hidup sehat: Menjaga berat badan yang sehat, menghindari kebiasaan merokok, mengurangi konsumsi alkohol, dan mengelola stres.
  • Diet seimbang: Makan makanan sehat dengan pola makan yang seimbang, termasuk mengonsumsi serat, biji-bijian, sayuran, buah-buahan, protein sehat, dan lemak sehat.
  • Aktivitas fisik teratur: Melakukan olahraga aerobik, kekuatan, dan fleksibilitas secara teratur sesuai dengan kemampuan dan rekomendasi dokter.
  • Pemeriksaan kesehatan berkala: Melakukan skrining diabetes secara teratur, terutama jika memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga diabetes, obesitas, atau gangguan toleransi glukosa.

7. Pemeriksaan Laboratorium Diabetes Melitus :

    a. Pemeriksaan Glukosa Darah Puasa:

  • Tes glukosa darah puasa dilakukan setelah tidak makan atau minum apa pun selama 8-12 jam sebelum pengambilan sampel darah.
  • Nilai normal: Kurang dari 100 mg/dL (milligram per deciliter).

    b. Tes Glukosa Darah Sewaktu:

  • Tes ini dilakukan tanpa memperhatikan waktu makan terakhir.
  • Nilai normal: Kurang dari 140 mg/dL.

    c. Tes Toleransi Glukosa Oral (OGTT):

  • Tes ini melibatkan pengukuran glukosa darah setelah minum larutan glukosa yang kaya akan gula.
  • Dilakukan tes glukosa darah puasa, kemudian minum larutan glukosa, dan dilakukan pengukuran glukosa darah kembali setelah 2 jam.
  • Hasil abnormal menunjukkan adanya toleransi glukosa terganggu atau diabetes.
  • Nilai normal setelah 2 jam: Kurang dari 140 mg/dL.

    d. Pemeriksaan HbA1c:

  •  HbA1c (glikohemoglobin) adalah pengukuran tingkat rata-rata gula darah dalam waktu sekitar 2-3 bulan terakhir.
  • HbA1c mencerminkan kontrol gula darah jangka panjang.
  • Nilai normal: Kurang dari 5,7%.

    e. Profil Lipid:

  • Tes lipid meliputi pengukuran kolesterol total, kolesterol LDL (kolesterol jahat), kolesterol HDL (kolesterol baik), dan trigliserida.
  • Pasien dengan diabetes melitus sering memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap masalah kolesterol dan penyakit kardiovaskular.
  • Target nilai untuk kolesterol LDL pada penderita diabetes: Kurang dari 100 mg/dL.

    f. Pemeriksaan Fungsi Ginjal:

  • Pemeriksaan termasuk pengukuran kreatinin darah, estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR), serta pemeriksaan urine untuk mendeteksi adanya protein (albuminuria).
  • Diabetes melitus dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal (nefropati diabetik), yang memerlukan pemantauan dan manajemen yang tepat.

    g. Pemeriksaan A1c:

  •   Pemeriksaan ini membantu mengukur tingkat glikasi endogen pada protein.
  •   Dalam kondisi diabetes melitus yang tidak terkontrol, tingkat A1c akan meningkat.

Kesimpulan:

Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang membutuhkan perhatian dan pengelolaan yang baik untuk mencegah komplikasi jangka panjang. Dengan pengelolaan yang tepat dan gaya hidup sehat, penderita diabetes dapat menjalani hidup yang seimbang dan mengurangi risiko komplikasi. Konsultasikan dengan dokter atau profesional kesehatan untuk mendapatkan perencanaan pengelolaan diabetes yang sesuai dengan kondisi Anda.

Oke sobat sudah tahu kan bagaimana terjadinya diabetes dan pencegahannya, somoga dengan sobat membaca artikel ini, sobat dapat mencegah dari datangnya penyakit ini, dan ilmu ini dapat sobat sebarkan ke saudara dan teman, somoga bermanfaat..

Posting Komentar untuk "DIABETES?? Apa itu diabetes? Apa penyebabnya?Apa yang harus kita lakukan"